Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Topic 10: 21 days free access to the cargo according to FCC

Berdasarkan aturan pengambilan sample 5.1 dari Federation of Cocoa Commerce (FCC), pembeli harus memastikan bahwa penjual atau surveyornya memiliki akses ke barang pada waktu pembongkaran untuk keperluan pengawasan pengambilan sample di tempat final delivery atau lokasi yang sesuai kesepatan antara pihak terkait di dekat tempat final delivery dalam waktu 21 hari. Final day of landing berarti hari selesainya penyerahan barang di tempat penyerahan terakhir yang ditentukan dalam Bill of Lading, kecuali untuk container yang dikirimkan short-shipped atau short-delivered. Tempat final delivery berarti tempat yang disebutkan dalam Bill of Lading atau jika tidak ada yang disebutkan, maka Pelabuhan Pembongkaran akhir.   5.1              SAMPLING OBLIGATIONS AND TIME PERIODS Sampling of cocoa beans shipped under each Bill of Lading is at the Buyer’s option. If the Buyer wishes to exercise this option sampling shall be carried ...

Topic 9: How if buyer failed to inform the weighing and sampling schedule to Surveyor appointed

Sesuai dengan contract rules di Federation of Cocoa Commerce (FCC), semua pihak dapat menunjuk surveyor untuk melaksanakan tugas pengawasan berkaitan dengan weighing dan sampling atau lainnya. Pihak yang telah menunjuk surveyor harus memberitahukan penunjukan tersebut kepada pihak yang lainnya.  Surveyor yang ditunjuk harus menjadi FCC Member Superintendent, terkecuali:  1. Jika tidak ada FCC Member Superintendent terdekat dengan Pelabuhan yang menjadi lokasi survey. 2. Jika hanya ada satu FCC Member Superintendent yang dekat dengan Pelabuhan yang menjadi lokasi survey. 3. Jika undang-undang atau peraturan mewajibkan penggunaan badan milik pemerintah secara exclusive atau Lembaga lain yang tidak diakui oleh FCC. Apabila penjual telah memberi tahu pembeli tentang penunjukan surveyor, maka pembeli atau perwakilannya harus memberitahu penjual atau surveyor tentang tempat, tanggal dan waktu penimbangan dan pengambilan sample. Jika pembeli gagal mematuhi kondisi ini dengan hasil pe...

Topic 8: Self-heating atau Spontaneous combustion (HSSC) pada biji kedelai (yellow soybeans)

Self-heating atau Spontaneous combustion (HSCC) adalah suatu kondisi dimana pembangkitan panas internal dari suatu bahan yg melebihi kapasitasnya. Untuk menghilangkan panas pada komoditas tersebut karena peningkatan temperatur, kadar kelembaban mulai bermigrasi lebih dan lebih dan setiap kali menciptakan lebih banyak panas sampai biji-bijian perlahan-lahan terbakar (discolor mulai dari coklat muda, ungu tua, coklat tua, hitam/burnt). Jenis pemanasan sendiri (self-heating) yang umum terjadi ada pada produk pertanian. Istilah HSCC sering dikenal di dunia asuransi untuk claim komoditas agrikultur. HSCC terjadi karena proses keluarnya kelembaban yang terkena panas berlebih. Panas akan menyebabkan kemungkinan damage dikarenakan antara lain: Perubahan iklim selama perjalanan (transport) Faktor perubahan iklim (climate change) juga mempengaruhi self-combustion semisal pengiriman kedelai berasal dari Amerika yang bermusim dingin lalu dikirim ke Indonesia yang bermusim panas, hal tersebut...

Topic 7: Shrinkage on Cocoa beans during storage

Biji kakao mengandung air dan bahan kering seperti banyak komoditas pertanian lainnya. Biji kakao sering disebut dalam istilah produk yang hidup dengan kata lain mereka dapat saling bereaksi dengan lingkungannya. Penyusutan (shrinkage) biji kakao didapat dari perbedaan berat antara kedatangan di gudang dan berat sebelum dumping untuk produksi. Penyusutan biji kakao berkaitan dengan kandungan kadar air di udara, terlepas dari kondisi udara selama pengeringan. Pengeringan dari produk agrikultur merupakan proses yang paling crucial untuk menjamin kualitas dan stabilitas selama penyimpanan di gudang. Produsen memerlukan biji kakao yang memiliki kandungan kadar air sekitar 7%. Penyimpanan dan waktu penyimpanan akan mengurangi kadar air dan menghasilkan kesusutan. Sebagian besar dari biji dengan asal lokal berpotensi diterima pada kadar air 7% hingga 10%, sedangkan biji asal Afrika biasanya diterima pada kadar air 6% hingga 8% hal ini terkait dengan durasi saat transportasi. Kami menemuk...

Topic 6: Infestation on Cocoa beans

Gambar
Artikel ini pure pendapat dan hasil pengamatan aku selama bekerja di inspection company specialist commodity and maritime survey.  Biji kakao seringkali terkontaminasi serangga seperti tropical warehouse moth (ephestia cautella), indian meal moth (plodia interpuntella), foreign grain beetle (ahasverus advena), larva, dll. Dalam dunia komoditas agriculture, serangga seakan menjadi masalah klasik yang tidak akan ada habisnya. Serangga pada biji kakao yang diperdagangkan ini merupakan hama yang dapat menyebabkan kerugian dari segi kualitas, biji akan mudah busuk dan rapuh. Pemerintah Indonesia yakni karantina tumbuhan juga berperan aktif dalam melakukan tindakan upaya pencegahan masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri dan keluarnya dalam wilayah negara republik Indonesia. Pada prosedur impor biji kakao dalam container, karantina melakukan pengecekan adanya serangga pada 1 atau 2 container dalam 1 shipment. P...

Topic 5: Penggunaan container lining dan dry bags pada cocoa beans

Penggunaan container lining kraft paper dan dry bags pada komoditi biji kakao bertujuan untuk menyerap kelembaban udara dan menjaga suhu udara di dalam ruang container selama perjalanan (voyage). Hal ini diperlukan karena b iji kakao mengandung air dan bahan kering seperti banyak komoditas pertanian lain. Biji kakao disebut dengan istilah alive product dengan kata lain, mereka dapat saling bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Pada umumnya produsen biji kakao menginginkan kadar air sekitar 7,5% sesuai purchase contract. Adapun faktor lainnya yaitu lama pengiriman, waktu transit, dan kondisi cuaca selama pelayaran akan mempengaruhi peningkatan kadar air dan mengakibatkan penyusutan berat atau kargo damage akibat kondensasi.   Federation of cocoa commerce (FCC) merekomendasikan penggunaan container lining dan dry bags untuk mengatasi penyerapan kadar air selama perjalanan pengiriman biji kakao. Lapisan kraft paper tipe double wall corrugated board atau 2 lapis single wall corru...

Topic 4: Moisture test on cocoa beans by aqua boy and oven

Mengukur moisture pada biji kakao sangatlah penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kekeringan yang mempengaruhi berat serta kualitas barang. Moisture yang terlalu rendah menyebabkan biji menjadi rapuh dan mudah pecah. Namun jika moisture terlalu tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan jamur (mouldy) pada biji kakao. Federation of cocoa commerce (FCC) menyebut moisture quick tester dapat menjadi salah satu pilihan alat untuk menguji moisture di Gudang karena hasilnya lebih cepat, seperti merk aqua boy, dickey-john, MB 45. Jika melihat di buku quality rules FCC, mereka menjelaskan pengujian moisture menggunakan metode oven berdasarkan International Confectionery Association (ICA) Analytical Method 43 – 1996. Metode ini menjelaskan penetuan moisture biji kakao utuh atau nib biji kakao dengan cara dikeringkan dan ditimbang. To be honest, I don’t understand the explanation on the book cz it’s too technical analysis calculation. Aku akan share cara kerja moisture test in general. Metode...

Topic 3: Analisa Biji Kakao/Cocoa beans (theobroma cacao)

Kualitas cocoa beans menjadi menarik untuk dibahas. Karena harga pembelian cocoa beans ditentukan dari kualitas biji diterima oleh pembeli di gudang. Inspection company biasanya juga memiliki lab yang menyediakan jasa Analisa biji kakao dimana hasil Analisa tersebut digunakan sebagai verifikasi hasil Analisa yang diberikan oleh buyer kepada trader. Apabila terjadi ketimpangan hasil antara buyer dan surveyor, maka trader dapat mengajukan permintaan joint Analisa antara buyer dan surveyor untuk menyamakan persepsi Analisa dan menentukan hasil Analisa yang disepakati. Tentu saja Analisa berdasarkan metode Federation of Cocoa Commerce (FCC) sesuai purchase contract antara trader dan buyer. Di sini aku mau disclaimer dulu, background aku bukan dari quality control. Jadi pemaparan Teknik Analisa ini berdasarkan apa yang aku ketahui selama bekerja di perusahan jasa survey (inspection company). Menganalisa cocoa beans berdasarkan aturan Federation of Cocoa Commerce (FCC) kurang lebih ada p...

Topic 2: Quartering sample for Cocoa beans

Gambar
Metode quartering menjadi proses yang wajib dilakukan untuk mendapatkan representative samples yang kita inginkan. Setelah sample diambil dari min 30% total sound bags pada 1 parcel, bulk samples dimasukan ke dalam suatu alat quartering yang berbentuk corong segi empat atau lingkaran kemudian penutup bawah corong ditarik dengan cepat sehingga biji dapat mengalir bersamaan mengisi 4 ember di bawahnya. Pengurangan sample dilakukan dengan mengambil ember searah diagonal lalu mengulang kembali proses quartering hingga mendapatkan qty sample yang dibutuhkan. Proses composite dan quartering sample dianggap crucial dalam pengambilan sample. Karena apabila proses composite bulk sample dan quartering sudah benar dan sesuai, maka sample dari setiap kantong akan memiliki hasil Analisa yang sama. Aku akan share step by step quartering sample for cocoa beans seperti ini: Step 1: mencampur semua bulk sample dari hasil sampling min 30% total sound bags dari 1 parcel. Ada 2 teknik yang biasa di...

Topic 1: Sampling in bags for Cocoa beans

Gambar
Sampling menjadi hal yang sangat crucial untuk menentukan kualitas barang yang disurvey. Langsung aja aku merujuk ke sampling cocoa beans in bags. In general, Federation of Cocoa Commerce (FCC) di bukunya Sampling rule mempunyai 2 rules yaitu: 1.      Sampling minimal 30% dari karung bagus saja yang disampling atau minimal 300 biji per ton. “A minimum of 30% of the Sound Bags must be sampled and the amount drawn shall be a minimum of 300 beans per tonne. One Primary Sample must be drawn from each Sound bag selected for sampling. The position of the sampling point within each Sound bag selected at random must ensure an equal distribution of samples drawn from the top, centre or bottom of the bags within the parcel.” (FCC, March 2023:3-4)   2.     Sample diambil dari 1 parcel yang tidak lebih dari 250 ton net. Misalkan 1 parcel biasa kita sebut 1 SWB (sea waybill of lading) berisi 300 ton atau 12x40’, pengambilan sample haruslah 1 composite ...